Kacapiring
Kacapiring

By User Adiwiyata 08 Okt 2025, 09:08:29 WIB Kegiatan Adiwiyata Madrasah

1. Identitas tanaman

Klasifikasi ilmiahSunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Rubiaceae
Genus: Gardenia
Spesies:

G. jasminoides

Nama binomial
Gardenia jasminoides

J.Ellis

Sinonim

Referensi:[1]

  • G. augusta (L.) Merr.
  • G. florida L.
  • G. grandiflora Sleb.
  • G. maruba Sieb. et Zucc.
  • G. pictorum Hassk.
  • G. radicans Thunb.
  • Varneria agusta L.

2. Asal usul tanaman

Nama-nama daerah adalah cepiring (Jw.) dan jempiring (Bl.). Bunga kacapiring merupakan bunga maskot Kota Denpasar.

3. Manfaat tanaman

Bunga ini merupakan komoditas bunga potong, digunakan dalam karangan bunga dan korsase. Daun bisa digunakan sebagai obat seriawan dan akarnya sebagai obat sakit gigi.

 

Buah mengandung crocin (salah satu jenis karotenoida), yang berwarna kuning cerah seperti yang terdapat pada safron. Buah yang kering merupakan bahan pewarna. Di Jepang, bahan pewarna dari Kacapiring digunakan untuk pencelupan tekstil dan pewarna kue tradisional (wagashi) dan asinan lobak (takuan).

4. Panduan perawatan tanaman

Penyiraman dan Kelembapan

  • Siram pada akar: 

    Siramlah tanaman di bagian akar dan hindari membasahi daunnya, karena daun yang basah dapat memicu penyakit jamur. 

  • Jaga kelembapan: 

    Tanaman ini menyukai lingkungan yang lembap, jadi pastikan tanahnya tetap lembap tanpa tergenang air. 

  • Siram secara teratur: 

    Bunga kaca piring membutuhkan penyiraman teratur, terutama saat musim kemarau, namun hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan busuk akar. 

Tanah dan Pemupukan 

  • Media tanam ideal: 

    Gunakan media tanam yang gembur dan kaya nutrisi, seperti campuran tanah humus, pupuk kandang, dan pasir. 

  • Pupuk rutin: 

    Lakukan pemupukan setidaknya dua kali setahun dengan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk mendukung pertumbuhan. 

Cahaya dan Suhu

  • Sinar matahari: 

    Berikan sekitar 3-6 jam sinar matahari langsung setiap hari, idealnya sinar matahari pagi dengan naungan di sore hari untuk mencegah daun terbakar. 

  • Perlindungan suhu: 

    Tanaman ini tumbuh subur saat suhu di atas 15°C dan rentan terhadap fluktuasi suhu serta suhu beku. 

Pemangkasan dan Hama

  • Pemangkasan: 

    Pangkas bunga yang telah layu dan ranting yang mati untuk mendorong pertumbuhan baru. 

  • Kendalikan hama: 

    Periksa tanaman secara teratur untuk hama seperti kutu putih, tungau laba-laba, atau sisik, dan atasi dengan sabun insektisida atau minyak neem. 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment